Sabtu, 02 Juni 2012

Apa Artinya Kejayaan ?

   Nabi Khong Hu Cu mempunyai seorang murid yang terkenal dengan kegagah beraninya dan termasuk dalam 72 orang budiman dalam barisan murid-murid sang Nabi,yaitu Ce lu.

   Keluarga Ce lu termasuk keluarga yang miskin dan mereka terpaksa hidup di daerah pendalaman yang sangat jauh dari kota dan desa-desa lainnya.

   Karena jauh dan terasingnya tempat kediaman mereka sehingga tiada kereta kuda yang menuju sana.Dan bila memerlukan sesuatu barang,perlu berjalan kaki berhari-hari menuju pasar untuk membelinya.

   Sejak kecil Ce lu sudah sangat berbakti pada ayah dan ibunya,selalu membantu kedua orang tuanya.

   Di karenakan kehidupan yang miskin dan ditambah masa itu penuh kekacauan dan peperangan antar kerajaan maka kehidupan pun bertambah susah.

   Sehari-harinya mereka sering trpaksa memetik tumbuh-tumbuhan liar di ladang untuk dijadikan makanan.
Dalam kehidupan yang demikian,Ce lu merasa sangat kasihan pada ayah ibunya yang terpaksa memakan tumbuhan liar apalagi menyadari bahwa orang tuanya sangat memdambakan sekali-kali bisa makan nasi.

   Maka dia pun mengambil keputusan untuk menuju pusat kota dan pasar,disana bertekad mencari pekerjaan kasar apapun,asalkan dengan upahnya bisa membelikan beras untuk dibawa pulang ke rumahnya.
Ce lu sejak berusia remaja sudah sangat suka pada ilmu beladiri dan kebetulan mempunyai badan yang kokoh tegap meskipun sering memakan sayuran liar dan dia pun mempunyai tekad yang sangat kuat sekali dan bersifat pemberani.

   Dikarenakan tekadnya ingin memberikan makan yang lebih layak pada orang tua maka biar pun mesti berjalan kaki menempuh sejauh ratusan mil tetap dijalankan.

   Siang hari berjalan dalam kepanasan,kalau hujan kadang-kadang tersiram sampai basah kuyup dan malam pun kedinginan dengan hanya berselimutkan embun dan beratapkan langit dan sering melewati hutan-hutan sepi yang berbahaya dengan binatang-binatang buasnya.
Tapi demi menyenangkan orang tuanya supaya bisa makan nasi maka dikuatkan hatinya dan kesusahan apapun di terjangnya.

   Begitulah dengan jerih payah berjalan jauh kemudian memeras tenaga dan mengucurkan tenaga bekerja kasar,sesudahnya  harus lagi kembali menempuh perjalanan pulang yang nun jauh sambil memikul beras di punggungnya yang menguras tenaganya.

   Meskipun sudah sedemikian susah dan menderitanya mencari beras untuk orang tuanya makan,tapi sesampai lagi di rumah,kadang-kadang tanpa istirahat ,dia langsung menanak nasi dan menyuguhkan pada orang tuanya.
Begitu melihat ayah ibunya makan dengan lahap dan nikmatnya,maka segala susah payah pun hilang tak berbekas lagi dan Ce lu hanya tersenyum bahagia melihatnya.

   Sering kali teman-teman Ce lu yang sama-sama suka ilmu beladiri  mengajaknya untuk mencari kerja dalam ketentaraan kerajaan,tapi Ce la menolaknya karena tidak tega meninggalkan ayah ibu yang sudah tua.

   Sampai saat orang tuanya meninggal dunia dan selesai berkabung tiga tahun lamanya,barulah Ce lu menuju kerajaan Chu.

   Karena Ce lu mempunyai ke ahlian yang hebat,baik dalam militer dan kesasteraan,maka raja kerajaan Chu memberikan tugas jabatan yang cukup tinggi.
 Dengan pengabdiannya yang setia dan banyak berjasa bagi kerajaan,akhirnya dia di angkat sebagai panglima perang.

   Sebagai seorang pejabat tinggi,Ce lu memimpin puluhan ribu bawahan dan mempunyai segala kemuliaan dan kemakmuran hidup.
Tapi dalam kedudukan yang mulia dan hidup yang berkelimpahan ini,Ce lu sering kelihatan termenung seolah-olah tidak menikmati kemakmurannya.

   Dalam perjamuan-perjamuan besar sering kali Ce lu kelihatan muram dan termenung,dan bawahan dan orang-orang sekelilingnya pun heran akan sikapnya,maka suatu saat menanyakan sebabnya..

   Dulu saya miskin dan hina dan meskipun sekarang memiliki kedudukan dan kemakmuran tapi ayah ibunya saya sudah tiada,sungguh rasanya tidak berguna semua yang saya punyai.

   Dulu keluarga saya sangat miskin,ayah ibu memakan apa adanya sampai bisa memakan nasi putih saja sudah terbilang mewah.
Memikirkan bagaimana susahnya mencari beras untuk makan orang tua,tapi meskipun harus menderita,tetap merasa bahagia asalkan ayah ibu bisa makan dengan layaknya,Ce lu menjelaskan,kemudian melanjutkan kata-katanya.

   Sekarang saya bisa menikmati pakaian indah,mendiami gedung besar makanan enak setiap waktu tersedia dan segala kemuliaan lain,tapi ayah ibu tidak dapat ikut menikmati ini semua,sungguh menyesali diri yang tidak berguna ini.

   Akhirnya pada suatu waktu,Ce lu pun meletakkan jabatanya di kerajaan Chu lalu kembali ke kerajaan lu dan mengikuti gurunya,Nabi Khong Hu Cu.
Kemudian hari,dia terkenal sebagai salah satu dari anak-anak yang paling berbakti.


 Sumber : Buku Bakti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar